NISA Buletin Asy-Syifa edisi Mei 2010

BERCANDA TANPA DOSA

Muslimah bercanda? Why not? Bercanda di kalangan muslimah itu hal yang lumrah kok. Bercanda itu.. bisa merilekskan badan dan mengendorkan urat syaraf setelah seharian capek kuliah dan disibukkan dengan berbagai macam praktikum, plus tugas-tugas sebagai mahasiswa kedokteran (hehe, sok banget ya?). Tapi jangan salah ukh, di dalam Islam hal yang dianggap oleh sebagian besar masyarakat kita ‘sepele’ ini, juga ada aturan mainnya... Nah, apa aja to aturan main, atau dalam bahasa kerennya ‘adab’ dalam bercanda itu??? Cekidot…

Jangan Menyinggung Allah, Rasul-Nya, dan Syari’at-Nya
“Awas-awas ada ninja lewat..”, kata fulanah ketika melihat seorang wanita bercadar lewat di depannya. Mungkin sebagian dari kita menganggap candaan si fulanah ini hal yang biasa, tapi di dalam Islam hal ini bisa berakibat pada kekafiran si pengoloknya lho... hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat At-Taubah: 65-66

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ”Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu meminta maaf, karena engkau telah kafir sesudah beriman…

Karena itulah kalau kita bercanda juga harus hati-hati, mungkin saja candaan kita itu merupakan sunnah Rosul, atau hal-hal lain yang termasuk ke dalam syari’at islam. Na’udzubillahi min dzaalik.

Jangan merendahkan orang lain
Kita sering melihat beberapa kawan atau malah kita sendiri, meniru gaya berjalan atau cara berbicara orang lain dengan alasan humor. Ada juga yang memanggil temannya dengan panggilan-panggilan guyon seperti si hitam, si pendek, si pesek, atau yang lainnya. Hal ini tidak diperbolehkan oleh Islam sesuai dengan firman Allahu Ta’ala, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan jangan suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim” (Qs.Al-Hujuraat:11)

Jangan berdusta saat bercanda
Satu bentuk kebiasaan buruk yang mungkin biasa kita lakukan adalah berusaha membuat orang lain senang dan tertawa tanpa memperhatikan apakah yang kita ucapkan itu suatu kebohongan atau bukan. Padahal sebagai muslimah yang baik, jujur merupakan suatu pilihan yang tidak bisa ditawar, sebagai wujud keteladanan kita kepada Rasululloh SAW.

Rasululloh bersabda ” Sesungguhnya aku tak akan mengucapkan sesuatu kecuali itu benar”. [At-Tirmidzy dalam As-Sunan (1990). Hadits ini di-shohih-kan Al-Albany dalam Ash- Shohihah (1726)]

Bahkan dengan menjauhi dusta, Allah telah menyiapkan balasan agung bagi kita semua, seperti tercantum dalam hadits berikut:

Aku akan memberikan jaminan sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar, dan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta sekalipun ia bercanda, serta rumah di bagian atas surga bagi orang yang akhlaknya bagus”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (4800). Lihat Ash-Shohihah (494)]

Tidak banyak tertawa
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)

Jangan Bercanda dengan Orang yang Tidak Suka Bercanda
Setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada tipe orang yang suka bercanda namun juga ada orang yang serius atau tidak suka bercanda. Terkadang juga ada yang mempunyai sifat perasa dan ada juga yang nyantai / cuek. Mengenali sifat orang dalam bergaul apalagi dalam bercanda sangat diperlukan. Jangan sampai menempatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan tempatnya sehingga berlaku dhzolim terhadap saudara kita. Bisa saja dengan ucapan tersebut saudara kita menjadi sakit hati, padahal kita tidak menyadari akan hal tersebut.

Nah, itu dia hal-hal yang harus kita perhatiin saat bercanda. Kalau kita mempraktekannya, Insyaa Allah teman senang dan kita nggak dapet dosa, ya kan??? Bercandalah sebelum bercanda itu dilarang, asal jangan kebablasan.^^
Wallohu a’lam bishshowab


download pdf file

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.