INFOMEDIK Buletin Asy-Syifa edisi Juni 2010

Keajaiban Tidur Malam Hari
Tidur yang berkualitas telah dicontohkan sesuai adab yang dilakukan Rasulullah SAW, di antaranya adalah anjuran untuk tidur di awal malam dan bangun di awal sepertiga malam terakhir, seperti diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam hadits shahih, “Bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan shalat.”(Muttafaq ‘alaih). Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk mematikan lampu ketika hendak tidur "Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.” (HR. Bukhari 6296 dan Muslim 2012 dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu).

Pada kondisi fisiologis, situasi gelap (malam hari) menstimulasi sintesis dan pelepasan hormon melatonin oleh kelenjar pineal dan sebaliknya pada kondisi terang (siang hari) menghambat sintesis dan pelepasan hormon tersebut. Namun, tidur di malam hari dengan menggunakan lampu dapat menurunkan pelepasan melatonin. Menurut Mills et al. (2005), penurunan kadar melatonin berkaitan erat dengan insiden beberapa jenis kanker.

Melatonin adalah sebuah hormon lipofilik indolamin yang diproduksi selama hari gelap di kelenjar pineal. Hormon ini disintesis dari triptopan di bawah kontrol enzim triptopan hidroksilase, arilalkilamin N-asetiltarnsferase (AA-NAT) dan hidroksindole-O-metiltransferase (HIOMT). Selain di kelenjar pineal, melatonin juga disintesis di retina, tulang belakang, traktus digestivus dan empedu. Setelah disintesis, melatonin tersebar dengan cepat melalui aliran darah kemudian ke aliran cairan spinal, saliva, dan empedu. Tingkatan puncak melatonin pada darah bervariasi antarindividu dan bergantung pada umur. Orang dewasa muda pada plasmanya mengandung melatonin antara 54-75 pg/ml, namun pada orang tua kadar ini lebih rendah yaitu sekitar 18-40 pg/ml.

Hormon melatonin berfungsi untuk menyelaraskan antara siklus tidur dengan siklus jaga pada pergantian siang dan malam. Hal tersebut berhubungan dengan irama sikardian melatonin yang mencapai kadar puncaknya ketika tengah malam. Saat kondisi lingkungan mulai gelap, sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar pineal mulai meningkat. Detektor cahaya pada saraf retina mengirimkan sinyal melalui nukleus suprakhiasmatik pada otak untuk beristirahat. Semakin rendah intensitas cahaya yang terdeteksi menyebabkan semakin banyak sekresi hormon melatonin. Produksi hormon ini mempengaruhi aktivitas otak dalam menimbulkan rasa kantuk, sehingga semakin malam, orang akan merasa semakin mengantuk. Fungsi dari rasa kantuk adalah sebagai sinyal positif tubuh agar segera mengistirahatkannya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara melatonin dengan perkembangan kanker. Hal tersebut sesuai dengan penelitian berdasarkan kebiasaan tidur dan lingkungan cahaya dalam kamar tidur selama 10 tahun, menunjukkan bahwa risiko kanker meningkat pada orang yang sering (tiga malam atau lebih setiap pekan) tidak tidur selama periode malam ketika secara normal kadar melatonin mencapai puncaknya, yaitu antara pukul 01.00-02.00 dini hari.

Mekanisme terakhir yang dapat diyakini kebenarannya adalah fungsi melatonin sebagai antioksidan. Melatonin adalah pelawan yang kuat terhadap reactive oxygen species (ROS), meliputi hydroxyl, peroxyl radicals, singlet oxygen, dan nitric oxide, serta peran pentingnya sebagai stimulator enzim antioksidan (superoxide dismutase, glutathione peroxidase, dan catalase), yang seluruhnya memicu penurunan kerusakan DNA.

Subhanallah… ajaran Islam memang selalu berbuah kebaikan. Mematikan lampu ternyata tak hanya menghindari pemborosan, tapi juga berefek bagi kesehatan! Hehe.. Nah, sobat, mari budayakan tidur sehat! Tidak tidur larut malam, matikan lampu, dan jangan lupa: bangun di sepertiga malam terkahir untuk bertahajjud! ^_^



download pdf file

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.