AKIDAH Buletin Asy-Syifa edisi Juni 2010

Nikmat Surga dan Siksa Neraka yang Kekal Selamanya

Segala Puji hanya bagi Allah Ta’ala, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad shollallahu’alaihi wasallam. Amma ba’du: Ketahuilah wahai saudaraku-semoga rahmat Allah Ta’ala senantiasa diberikan kepada kalian-bahwa salah satu hal yang perlu kita yakini dan kita imani adalah adanya Surga dan Neraka serta nikmat yang terdapat di dalam syurga maupun siksa yang terdapat di dalam neraka.

Iman Kepada Hari akhir
Iman kepada hari akhir adalah kepercayaan yang pasti tentang kedatangannya, tidak dapat tidak, serta mengamalkan konsekuensinya berupa beriman dengan tanda-tanda kiamat yang terjadi sebelumya, juga dengan kematian serta apa yang terjadi sesudahnya berupa fitnah kubur, siksa dan kenikmatan yang ada di dalamnya, juga beriman kepada tiupan sangkakala, keluarnya segenap makhluk dari kubur mereka, kengerian dan kedahsyatan hari kiamat, mahsyar dan dibukanya buku catatan amal, mizan (timbangan amal), shirath (titian), haudh (telaga), syafa’at dan lainnya, juga dengan surga dan kenikmatannya dimana kenikmatan yang paling tinggi adalah melihat kepada wajah Allah azza wajalla, demikian pula dengan neraka dan siksanya dimana yang paling pedih adalah dihalanginya mereka dari melihat Tuhan mereka.

Nikmat surga dan siksa neraka
Dari definisi di atas, kita mengetahui bahwa beriman kepada surga dan neraka juga termasuk bagian dari iman kepada hari akhir. Surga diciptakan oleh Allah ta’ala bagi orang yang beriman sedangkan neraka disediakan bagi orang yang kafir. Allah Ta’ala memberikan kepada orang kafir berupa neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu serta memberikan orang yang beriman surga dengan kenikmatan yang sangat banyak.

Allah ta’ala berfirman: “Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqoroh:24-25)

Allah ta’ala juga berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” ( Al Bayinah:7-8)

Sedangkan siksaan Allah telah disediakan bagi orang-orang kafir di dalam neraka. Allah ta’ala berfirman: “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Al Kahfi : 29 )

Allah juga berfirman : “Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala(neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul." ( Al Ahzab 64-66)

Naar dan Jannah telah ada dan Rasulullah pernah melihat keduanya dalam Shalat Kusuf. Dalam hadits-hadits shahih juga disebutkan bahwa maut (kematian) itu didatangkan dalam bentuk seekor domba yang berbulu putih campur hitam. Ia diberhentikan di antara Jannah dan Naar, dan disembelih. Kemudian dikatakan: "Wahai penduduk Jannah, kekal dan tiada kematian! Wahai penduduk Naar, kekal dan tiada kematian!". (Shahih Muslim IX / 2188)

Surga dan neraka adalah kekal selamanya. Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” ( Ar Ra’du: 35)

Rasulullah Shollallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa masuk surga maka ia (selalu) merasakan kenikmatan dan tidak akan bosan, ia kekal dan tidak akan mati.” ( HR. Muslim). Dalil kekalnya neraka : “Dan bagi mereka (orang-orang kafir ) siksa yang kekal.” ( Al Maidah : 37) juga firman-Nya, “Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan siksa untuk mereka.” (Fathir: 36)

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu akan ridho dan surga-Mu serta apa-apa yang mendekatkan kepada keduanya dari ucapan dan perbuatan. Dan kami berlindung kepadaMu dari murka dan nerakaMu serta apa-apa yang mendekatkan kepada keduanya dari ucapan dan perbuatan. Amiin.


Maraji’ :
1. Syarhu tsalatsatil ushul , Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin.
2. Tauhid untuk Tingkat pemula dan lanjutan, DR. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif
3. Syarah Al ‘aqidah Al Wasithiyah , Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahfi Al Qahthaniy


download pdf file

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.