IPTEK Buletin Asy Syifa edisi Mei 2010

Ngantuk bukan berarti Malas
Para ilmuwan dari Universitas Utah, Salt Lake City, Amerika Serikat, mengatakan yang menentukan apakah seseorang itu mudah mengantuk atau tidak ditentukan oleh faktor genetika. Tepatnya, oleh sebuah gen khusus bernama H-perz, diduga punya peran penting dalam pengendalian pola tidur.

Kebutuhan tidur setiap orang ditentukan oleh banyak hal, seperti faktor bawaan, banyak tidaknya aktivitas sehari-hari, minat, karakter, dll. Sedangkan penyebab kantuk itu sendiri terdapat dalam sel-sel otak atau neuron yang disebut nukleus preoptik ventrolateral (NPV).

Jadi, pada jam-jam tertentu, ketika jadwal tidur kita tiba, sel penyebab kantuk ini akan bekerja, yaitu dengan menekan efek zat-zat kimia yang bernama noradrenalin, asetilkolin, dan serotonin. Ketiga jenis zat kimia ini berperan agar kita tetap terjaga. Jadi, di saat kita merasa segar dan tidak mengantuk, itu artinya ketiga jenis zat kimia tadi sedang bekerja. Sedangkan sebaiknya, ketika kita ngantuk dan ingin tidur, neuron NPV-lah yang tengah beraksi. Dan ternyata menguap itu menular loh!

Kata Dr. Michael Mulethaler (ilmuwan Universitas Geneva-Swiss), ketika seseorang menguap, akan menimbulkan efek psikologis pada yang melihatnya. Efek psikologis ini menyebabkan otak mengirim perintah pada otot-otot di sekitar mulut untuk ikut menguap juga, menirukan orang yang ia lihat sedang menguap tadi. Tapi tak perlu khawatir karena gejala mengantuk ini tak berhubungan dengan kemalasan. Ngantuk hanyalah sinyal atau pertanda bahwa tubuh kita perlu beristirahat setelah seharian beraktivitas.
(Sumber: annida Februari 2007)

Filter Terefektif
Mau tau filter paling efektif di dunia? Yup, ga usah jauh-jauh, lihatlah ke dalam dirimu sendiri. Allah menciptakan sepasang ginjal untuk manusia. Ukurannya cukup kecil, dengan panjang 10-13 cm dan lebar 5-7,5 cm atau kira-kira sebesar mouse computer. Meski demikian, ginjal mampu menyaring 180 liter darah (50 galon) dan hanya membuang 1,5 liter urine sehari. Manusia memilikinya. Subhanallah!

Sekilas tentang Skizofrenia
Skizofrenia adalah sekelompok gangguan psikosis dengan gangguan dasar pada kepribadian dan distorsi khas proses berpikir. Gejala-gejala yang amat jelas terlihat (biasanya dua gejala atau lebih) adalah; thought insertion (merasa dimasuki pikiran orang lain), thought broadcast (merasa pikirannya diketahui orang lain), delusion of control (merasa dikendalikan kekuatan tertentu dari luar) dan halusinasi auditorik (merasa mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Hidrosefalus
Sejarah mencatat bahwa di Inggris ada seorang penderita hidrosefalus yang memiliki kemampuan intelegensi luar biasa. Penelitian menunjukkan bahwa walaupun ukuran kepalanya membesar volume otaknya justru menjadi sangat berkurang. Menurut penelitian juga, otak penderita hidrosefalus hanya berkembang sampai 5% saja dari volume yang normal. Otak lapisan luarnya (korteks) hanya setebal 1 milimeter. Ini sangat tipis jika dibandingkan dengan ukuran normal yaitu 2-4 milmeter.

Akan tetapi, dengan volume otak yang sangat minim ini, seorang penderita hidrosefalus mampu memperoleh penghargaan tertinggi dalam bidang matematika dari salah satu universitas pemerintah Inggris. Ini membuktikkan bahwa sistem cadangan otak manusia memang benar-benar mengagumkan. Subhanallah! Seorang ahli pernah memperkirakan bahwa manusia terpandai di dunia sekalipun hanya menggunakan 10% dari kemampuan otaknya.

Tentang Mata
Seorang bayi yang baru lahir hanya dapat melihat sinar dan bayangan. Setelah berusia beberapa bulan pun baru penglihatan jauh yang dapat berfungsi. Dia belum mampu memfokuskan matanya untuk melihat benda-benda yang terletak di dekatnya karena otot lensanya belum berkembang sempurna. Penglihatan seorang anak akan berkembang sempurna setelah berusia enam tahun. Akan tetapi, tingkat pertumbuhan tertinggi pada mata baru akan tercapai setelah usia delapan tahun.


download pdf file

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.