rubrik nisa' buletin asy syifa edisi april 2011

Eksis Beramal saat Haid

Wanita adalah makhluk ciptaan Allah yang istimewa. Banyak hal yang dimiliki wanita, tapi tidak didapati pada seorang laki-laki. Salah satunya mengenai masalah haid. Haid yaitu darah yang keluar dari dinding rahim seorang wanita apabila telah memasuki masa baligh.
Telah menjadi fenomena, ketika seorang muslimah kedatangan ‘tamu’-nya, ia mengalami krisis ruhiyah. Ketika ia dilarang untuk shalat dan shaum, seakan semua pintu ibadah tertutup. Sehingga ketika haid tiba, aktivitasnya berkisar antara perkara yang sia-sia. Beginilah jadinya, jika nafsu tidak disibukkan dengan kebaikan, maka nafsu akan menyibukkannya untuk keburukan.
!
Agar Kuat Iman saat Datang Bulan
Saat haid tiba, seorang muslimah rentan dengan penurunan iman. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan sarana ekstra untuk mengokohkannya. Pertama, hendaknya wanita menerima secara ikhlas fitrah yang ditetapkan Allah baginya. Kedua, meluruskan anggapan bahwa masa haid adalah masa libur dari seluruh ibadah. Ketiga, hendaknya menyibukkan diri dengan ketaatan. Keempat, menjauhkan diri dari maksiat juga perkara mubah.

Amal Pilihan saat Datang Bulan

Bagi muslimah yang sedang haid, tidak usah khawatir akan anjloknya iman saat haid, ada banyak pilihan ibadah yang dapat dilakukan antara lain yaitu:

1. Istighfar di Waktu Sahur
Meskipun tidak boleh shalat malam, haid tidak menghalangi untuk mendapat keutamaan yang dijanjikan Allah yaitu dengan istighfar di waktu sahur..
(16) (yaitu) Orang-orang yang berdoa: Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,. (17) (yaitu) Orang-orang yang sabar,yang benar,yang tetap taat,yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur (QS. Ali ‘Imran 16-17).

2. Dzikir Sehari Semalam
Rutinitas sehari-hari hendaknya diawali dengan berdzikir, di antaranya:
Berdzikir setiap kali keluar masuk WC, yaitu dengan membaca basmalah, karena Nabi bersabda, “Penghalang antara mata jin dan aurat anak Adam adalah jika seorang di antara kalian masuk kamar mandi mengucapkan Bismillah” (Hadits Shahih No.3611 Shahih al-Jami’ ash-Shaghir wa Ziyadatu). Dzikir setiap kali memakai dan melepas pakaian, dzikir keluar dan masuk rumah, dzikir sebelum tidur, bertasbih ketika matahari meninggi, dan amalan lainnya.

3. Menghidupkan Sunnah dan Ketaatan
Banyak aktivitas yang bernilai ketaatan antara lain dengan memulai segala sesuatu dari yang kanan. ‘Aisyah Ra berkata, “Adalah Rasulullah senantiasa mendahulukan yang kanan ketika mengenakan sandal, memakai celana, dalam bersuci, dan dalam segala aktivitasnya.” (Shahih al-Bukhary, No. 168).

4. Thalabul Ilmi
Ilmu akan menghidupkan hati, dan ilmu adalah pembuka kebaikan, bekal utama untuk beramal. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menambah ilmu. Di antaranya dengan membaca hadits-hadits, membaca buku Islam, dan mendatangi majelis ilmu. Dari Abu Dzarr, ia berkata : Rosulullah SAW bersabda kepada ku, “Hai Abu Dzarr, sungguh kamu pergi untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah, itu lebih baik bagimu daripada kamu sholat (sunnah) seratus reka’at, dan sungguh kamu pergi untuk memepelajari satu bab ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik bagimu daripada kamu sholat (sunnah) seribu reka’at. [HR Ibnu Majah juz 1, hal 79, no 219]

5. Bersedekah
Jika merasa banyak ibadah yang hilang saat haid, kita bisa bersedekah untuk menutupi kekurangannya. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Albaqoroh :216)

6. Menjauhi Perkara Sia-sia dan Dosa
Penyebab utama dropnya iman yaitu jatuhnya pilihan amal yang salah. Jangan sampai di saat amal shalih menyusut, seorang muslimah malah menghambur-hamburkan waktu untuk perkara yang sia-sia, seperti menonton TV, menggunjing orang, dan membuang waktu di mall. “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.” (HR Ahmad)

7. Taat Kepada Suami
Hendaknya sebagai seorang istri berusaha membuat senang suami, menjaga harta dan kehormatannya. Amal ini bisa menyamai jihad kaum laki-laki.
“Jika seorang wanita shalat lima waktu, shaum ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka kelak dikatakan kepadanya,” Silakan masuk jannah dari pintu manapun yang Anda suka.” (HR. Ahmad, No. 1573). [Twid]

Sumber:
Abdillah, Abu Umar. 2009. Wirid wanita Haid, Cetakan Ketujuh. Klaten: Wafa Press.
Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah. Fiqih Wanita Edisi Lengkap. Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M

Maraji’:
Al-Qur’an al-Karim
125 Thariqah li-Hifzhil Waqt, Abu al-Qa’ qa’ Muhammad bin Ishaq
download artikel format pdf :



0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.