Pasti menang!


Suatu saat umar bin khaththab bertemu Nafi’ bin Abdul Harits di ‘Usfan. Nafi adalah pegawai Umar yang ditempatkan di kota makkah. “siapa orang yang kau percaya sebagai pimpinan penduduk lembah ini?” tanya Umar.

“Ibnu Abza.”

“siapa itu Ibnu Abza?” selidik Umar

“ia seorang bekas budak kami.”

“haa.. kau mempercayakan kepemimpinan kepada seorang bekas budak?!” umar tersentak.

“tapi dia adalah seorang pakar Al-Qur’an, dan menguasai ilmu Faraidh (ilmu tentang pembagian warisan).”

Mendengar itu, Umar pun menjadi maklum, “benarlah sabda nabi kalian, ‘Allah mengangkat derajat beberapa kelompok manusia karena Al-Qur’an dan merendahkan yang lain karena Al-Qur’an’.”

***

Banyak orang, termasuk remajanya salah mengambil jalan hidup. Demi mendapatkan pekerjaan, lulus ujian, sukses berbisnis, atau mengejar kedudukan, agama Allah malah ditinggalkan.


“susah untuk bisa sukses kalau tetap bertahan mengamalkan syariat Islam.” “Yang penting menang!” begitu kurang lebih semboyannya. Akhirnya dosa, hal-hal yang haram, remang-remang, atau bahkan cara orang kafir dihalalkan. Pokoknya sukses! Al-Qur’an dilupakan. As Sunnah ditinggalkan. Benarkah orang seperti ini akhirnya sekses dan menang?Ah, tentu tidak. Yang terjadi malah sebaliknya. Meninggalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah bahkan menjadi penyebab kehancuran, kehinaan, plus kegagalan. Berbalik 180 derajat dari yang mereka inginkan.

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."

[thaha : 124]

Sukses hanya bisa diraih ketika seseorang dekat dengan Al-Qur’an.

Ibnu Abbas pernah mengatakan, “Allah menjamin orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an untuk tidak sesat di dunia dan tidak bersedih di akhirat.” Setelah itu, ia membaca sebuah firman Allah,

“..barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”

[thaha : 123]

Menaati Rasulullah SAW berarti taat kepada Allah SWT. Taat pada rasul pun merupakan jalan kemenangan. Tak tanggung-tanggun, ibnu taimiyah mengatakan bahwa perintah menaati rasulullah tercantum dalam 40 tempat di dalam Al-Qur’an. Meninggalkan Al Qur’an bukan jalan sukses. Meninggalkan As Sunnah juka bukan jalan kemenangan. Ingin sukses dan menang? Dekat-dekatlah pada keduanya. Pasti menang!

Taken from : elfata edisi 07 vol.09 th 2009

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.