rubrik mutiara hadits buletin asy syifa' bulan agustus 2011

LAILATUL QADAR

سَلَّمَ وَ عَلَيْهِ للهُاصَلَّى اللهِ سُولَ رَ أَنَّ عَنْهَا للهُاضِيَ رَ ئِشَةَ عَا عَنْ

خِرِ وَا الأَ الْعَشْرِ مِنَ تْرِ الوِ فِي الْقَدْرِ لَيْلَةَ تَحَرَّوْا قَــــالَ

Dari Aisyah Radiyallahu Anha, bahwa Rosulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : carilah oleh kalian Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam yang terakhir.”(HR Bukhori dan Muslim nomor 201, Kitab puasa)

Kita telah banyak mendengar tentang Lailatul Qadar. Dari hadist yang cukup pendek di atas, dapat kita ambil 2 point yaitu mencari Lailatul Qadar dan malam ganjil dari sepuluh malam terakhir (Ramadan).

Pertama adalah Lailatul Qadar, merupakan malam yang sangat agung, dimana semua kebaikan akan dilipatgandakan dan kesalahan diampuni dan segala urusan ditetapkan.

Kedua, Allah Ta’ala dengan penuh hikmah dan rahmat-Nya merahasiakan malam itu, agar kita semua mencarinya sendiri pada malam - malam itu, sehingga akan memperbanyak ibadah yang tentunya manfaatnya akan kembali pada diri kita masing masing.

Anjuran mencari Lailatul Qadar karena didalamnya penuh keberkahan dan juga setiap doa yang dipanjatkan akan didengarkan. Orang yang tidak beruntung ialah orang yang tidak berusaha mencari dan mendapatkann rahmat Allah.

Keutamaan Lailatul Qadar

Pertama, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan (bertambahnya kebaikan). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar: 1). Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya (yang artinya), “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar: 3-5).

Sebagaimana perkataan Abu Hurairah, “malaikat akan turun pada malam Lailatul Qadar dengan jumlah tak terhingga. Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sampai terbitnya waktu fajar.” (Zaadul Maysir, 6/179)

Kedua, Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan. An Nakho’i mengatakan, “Amalan di Lailatul Qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” Mujahid dan Qotadah berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada Lailatul Qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar.

Ketiga, menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Keutamaan malam Lailatul Qadar diperkuat dengan fatwa-fatwa ulama salaf. Ibnu Taimiyah berkata : “Sepuluh hari dari Dzulhijah lebih baik daripada sepuluh hari Ramadhan dan sepuluh malam terakhir dari Ramadhan lebih baik daripada sepuluh malam Dzulhijjah.”

Selain itu, Ibnu Qoyyim juga berkata “Siapa pun yang memperhatikan pernyataan ini tentu akan mendapat kepuasan, bahwa tiada hari-hari untuk beramal yang lebih disukai Allah selain sepuluh hari dari Dzulhijjah. Adapun malam yang paling baik ialah sepuluh malam terakhir dari Ramadhan, yang seluruhnya dihidupkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Siapa yang membuat pernyataan tanpa membuat rincian seperti ini, tentu tidak akan didukung hujjah yang shahih”

Sehingga jelaslah bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah sangat agung di sisi Allah Ta’ala. Wallahu alam bish showab.

Maroji’:

Syarah Hadist pilihan Bukhori Muslim karya Abdullah bin Abdurrahman Ali Bassam

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.