rubrik mutiara hadits buletin asy syifa bulan september


MUTIARA HADIST-

UKHUWAH ISLAMIYAH

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh; apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh ikut pula merasakan sakit.” (Hadits Riwayat Muslim)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum Muslimin untuk menegakkan persaudaraan. Persaudaraan dalam Islam memperkuat ikatan antara orang-orang muslim dan menjadikan mereka satu bangunan yang kokoh. Apabila ada salah satu saudaranya mendapat musibah, maka saudaranya yang lain ikut merasa sedih. Kekejaman kaum Zionis dalam membantai Rakyat Palestina yang mengakibatkan banyak orang tewas, terluka parah, dan bahkan ada banyak anak kecil yang tak berdosa ikut menjadi korban tentu membuat umat muslim di seluruh pelosok dunia ikut merasa prihatin dan berkeinginan untuk membantu rakyat Palestina yang dirundung malang.

Semangat persaudaraan di antara sesama muslim hendaknya didasari karena Allah semata, karena Ia akan menjadi barometer yang paling baik untuk mengukur baik-buruknya suatu hubungan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang bersaudara dengan seseorang karena Allah, niscaya Allah akan mengangkatnya ke suatu derajat di surga yang tidak bias diperolehnya dengan sesuatu dari amalnya.” (Hadits Riwayat Muslim).

Dalam keterangan lain Nabi Muhammad menjelaskan,”Di sekeliling Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah cemerlang pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka. Para sahabat berkata,”Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami tentang mereka. Beliau menjawab,”Mereka adalah orang-orang yang saling mencintaim, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah.” (Riwayat Nasa’I dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu).

Saudara sesama muslim hendaknya saling tolong menolong, jika ada saudara yang membutuhkan bantuan maka dibantu semampunya. Jangan saling menjelekkan karena kita adalah saudara, menutup aib saudaranya lebih utama maka sebaiknya hindari acara ngerumpi atau menggosip karena perbuatan tersebut seringkali menjurus ghibah.

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, melakukan najasy (semacam promosi palsu), saling membenci, memusuhi atau menjual barang yang sudah dijual ke orang lain. Tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak mendzalimi, dan tidak membiarkan atau menghinakannya. Takwa itu adalah disini (beliau menunjuk ke dadanya tiga kali)/”

Maraji’:

Ali Athwa, buku Fiqih Ukhuwah karangan Abdul Halim Mahmud

Riadhus Shalihin Jilid I, Penerbit PT Al Ma’arif Bandung

www.hidayatullah.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.