rubrik fiqih buletin asy syifa bulan september


MANDI WAJIB

Apa sajakah yang mengharuskan kita mandi wajib??

Hal-hal yang mewajibkan mandi bagi seorang muslimah:

  • Janabah.
  • Meninggal dunia.
  • Masuk Islam.
  • Terputusnya darah haidh atau nifas

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Qs Al-Baqarah:222).

Adapun tata caranya adalah berdasarkan hadits dari jalan Aisyah ra., ia berkata, “Dahulu, jika Rasulullah SAW hendak mandi janabah (junub), beliau membasuh kedua tangannya. Kemudian menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya lalu membasuh kemaluannya. Lantas berwudhu sebagaimana berwudhu untuk shalat. Lalu beliau mengambil air dan memasukan jari – jemarinya ke pangkal rambut. Hingga beliau menganggap telah cukup, beliau tuangkan ke atas kepalanya sebanyak 3 kali tuangan. Setelah itu beliau guyur seluruh badannya. Kemudian beliau basuh kedua kakinya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Pada riwayat lain dikatakan, “…dan dimasukannya jari – jari ke dalam urat rambut hingga bila dirasanya air telah membasahi kulit [kepala], disauknya dua telapak tangan lagi dan disapukannya ke kepalanya sebanyak 3 kali, kemudian dituangkan ke seluruh tubuh” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas maka urutan tata cara mandi wajib adalah:

  1. Berniat untuk mengangkat hadas besar kemudian membaca basmallah.

Dalam hali ini niat tidak perlu lilafadzkan dengan keras, cukup dalam hati saja.

  1. Membasuh kedua tangan.
  2. Membasuh kemaluan.
  3. Berwudhu sebagaimana berwudhu untuk shalat [Boleh menangguhkan menangguhkan membasuh kedua kaki sampai selesai mandi (Fikih Sunnah hal. 154)].
  4. Mencuci rambut.
  5. Menuangkan air ke atas kepala sebanyak 3x atau mengambil air dengan kedua tangan kemudian menyapukannya ke kepalanya.
  6. Menguyur seluruh badan.
  7. Membasuh kaki.

Sedangkan rukun dari mandi wajib ini menurut pandangan fiqh ada 2 yaitu:

  1. Berniat. Karena inilah yang memisahkan antara ibadah dengan kebiasaan dan adat.
  2. Membasuh seluruh anggota tubuh. Allah Ta’ala berfirman, “…dan jika kamu junub maka mandilah” (Qs. Al-Maa’idah : 6).

Wallahu A’lam bish-shawab

Maraji’:

Fikih Sunnah Jilid 1, Sayyid Sabiq, PT. Al Ma’arif, Bandung, Cetakan Ke 18, 1997 M

Panduan Fiqih Lengkap Jilid 1, Abdul Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.