rubrik fiqih buletin asy syifa bulan agustus 2011

Allah Menghendaki Kemudahan bagi Kalian dan

Tidak Menghendaki Kesulitan


Ketahuilah wahai orang yang diberi taufik untuk mentaati Rabbnya Tabaroka wata'ala, Allah tidak akan mempersulit hamba-hambaNya dalam perkara untuk beribadah kepadanya. Demikian pula dalam berpuasa. Allah meringankan beberapa golongan dalam menjalankan puasa ini –terutama puasa Ramadhan- yang hukumnya wajib ‘ain jika tanpa adanya udzur.

Adapun beberapa golongan yang diperbolehkan oleh Allah Tabaroka wata’ala untuk tidak berpuasa Ramadhan adalah:

a. Musafir

Banyak hadits shahih membolehkan musafir untuk tidak puasa, kita tidak lupa bahwa rahmat ini disebutkan di tengah kitab yang mulia, Allah berfirman

"Barangsiapa yang sakit atau dalam safar (berpergian) gantilah pada hari yang lain, Allah menginginkan kemudahan bagi kalian dan tidak menginginkan kesulitan." (QS. Al Baqarah:185).

Menggapai Kautamaan di Ramadhan Mubarak

Ikhwati fillah, tak terasa waktu terus berlalu dan tanpa kita sadari satu detik yang baru saja kita lewati telah menjadi sebuah kenangan. Ya, waktu akan terus berjalan tanpa menghiraukan mereka yang sedang melakukan perenungan. Waktu akan terus berjalan dengan mengacuhkan mereka yang hanya memikirkan penyesalan. Jika hanya itu yang bisa kita lakukan, telah banyak waktu yang kita sia-siakan. Maka manfaatkanlah waktu dengan melakukan kegiatan positif, tentunya kegiatan yang dapat mengundang ridhlo dari Allah swt.

Ikhwati fillah, berbicara tentang bergulirnya waktu, tak terasa sebentar lagi kita akan berjumpa dengan bulan yang penuh berkah, Ramadhan. Bagaimana perasaan antum wa antunna saat mengetahui bahwa Ramadhan akan segera menyapa? Apakah perasaan antum wa antunna senang serta gembira dengan mengetahui bahwa Ramadhan akan segera menyapa? Atau ada juga yang merasa khawatir, takut, dan was-was karena adanya ketidakpastian apakah kita masih akan diberikan kesempatan untuk bisa merasakan nikmatnya Ramadhan? Jika memang demikian, fa InsyaAllah itu merupakan perasaan yang baik. Selayaknya kedua insan yang berpisah karena Allah, maka pertemuan adalah hal yang paling dinantikan oleh keduanya. Sehingga ketika menunggu, kita akan merasa cemas dan was-was karena takut perjumpaan itu tidak pernah akan terwujud. Maka benarlah bahwa menunggu itu sangat menjemukan sebab banyak ketidakpastian di dalamnya. Untuk itu, mari kita kuatkan kesabaran dan bermunajat pada Sang Pencipta pemilik segala kehendak, Semoga kita semua masih diberikan kesempatan untuk menikmati berkah bulan Ramadhan tahun ini, Amin.

rubrik aqidah buletin asy-syifa' bulan agustus

Mengeja Makna Iman

Tiga manusia itu sedang melintas di sebuah lembah. Kosong, gersang, terik, liar, tak berpenghuni. Tak tampak hewan, tak terlihat tanaman. Mereka adalah seorang lelaki yang mulai menua, dan seorang wanita yang menggendong bayinya yang masih merah. Rasa lelah membuat mereka berhenti. Dan sang bayi yang kehausan mulai menetek pada ibunya.

Tetapi laki-laki itu, suaminya yang shalih, tiba-tiba saja berjalan ke arah utara. Sang istri sekilas melihat kaca-kaca di pelupuk matanya. Hingga sang istri kemudian sadar, bahwa ia dan bayinya telah ditinggalkan. Maka ia mencoba menyusul dengan bayi merahnya dalam gendongan. “Mengapa kau tinggalkan kami, hai Ibrahim?” serunya penuh tanya. Ibrahim, lelaki itu, tak menjawab. Ia hanya berhenti sejenak, menahan isak. “Mengapa kau tinggalkan kami, hai Ibrahim?” Tanya nya untuk kedua kali. Ibrahim masih diam. Dalam hatinya berkecamuk sejuta rasa. Dia yang menanti-nanti kelahiran buah hati berpuluh tahun lamanya. Dia yang melalui malam-malamnya dengan doa, memohon ada tangis kecil memecah kesunyian rumahnya. Kini, Allah telah memberikan anugerah itu, Ismail. Dan kini, Allah memintanya meninggalkan Ismail dan ibunya di tanah tak berpenghidupan ini. Ia akan merasa sepi lagi. Ia akan dilanda kekhawatiran tak bertepi. Tetapi, apa daya seorang hamba? Dan mengapa harus berprasangka kepada Allah tak semestinya? Ya, ia ridha dengan perintahNya. Hanya saja ia tak sanggup menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut Hajar. Hatinya gerimis.

KAKAP (kajian kamis pagi) berganti KANSAS (kajian selasa sore)



bismillah...
diberitahukan kepada seluruh mahasiswa FK UNS bahwa sekarang KAKAP (kajian kamis pagi) yang biasanya diadakan setiap kamis pagi sekarang berganti jam dan berganti nama menjadi KANSAS (kajian selasa sore)
kajian selasa sore sama seperti kajian kamis pagi hanya diubah nama dan waktunya saja menjadi :
diadakan setiap hari selasa
pukul 16.00-17.30
@mushola Asy-Syifa' FK UNS

perubahan waktu tentunya tidak menghalangi semangat kita untuk tholabul ilmu kan??? :)

tetap semangat tholabul ilmu :)
HAMASAH!

Pasca ramadhan, tetep semangat!!


Ramadhan baru saja berlalu, masih lekat pada diri kita begitu indah dan manisnya bulan tersebut. Panen pahala bertebaran di awal hingga ujungnya. Keagungannya membuat semua bersemangat mengisinya.

Tapi sangat disayangkan, begitu ramadhan pergi, berlalu pula semangat ibadah. Itu yang biasa terjadi. Lalu bagaimana sebenarnya orang model ini? Simak fatwa ulama berikut!

Sebuah pertanyaan diajukan kepada dewan fatwa ulama saudi arabia, “seseorang begitu bersemangat dalam menjalani puasa dan shalat di bulan ramadhan saja. Namun begitu ramadhan berlalu, selesai pula semangat untuk mengerjakan shalat. Apakah dia memiliki bagian dari pahala puasa?”

Pasti menang!


Suatu saat umar bin khaththab bertemu Nafi’ bin Abdul Harits di ‘Usfan. Nafi adalah pegawai Umar yang ditempatkan di kota makkah. “siapa orang yang kau percaya sebagai pimpinan penduduk lembah ini?” tanya Umar.

“Ibnu Abza.”

“siapa itu Ibnu Abza?” selidik Umar

“ia seorang bekas budak kami.”

“haa.. kau mempercayakan kepemimpinan kepada seorang bekas budak?!” umar tersentak.

“tapi dia adalah seorang pakar Al-Qur’an, dan menguasai ilmu Faraidh (ilmu tentang pembagian warisan).”

Mendengar itu, Umar pun menjadi maklum, “benarlah sabda nabi kalian, ‘Allah mengangkat derajat beberapa kelompok manusia karena Al-Qur’an dan merendahkan yang lain karena Al-Qur’an’.”

***

Banyak orang, termasuk remajanya salah mengambil jalan hidup. Demi mendapatkan pekerjaan, lulus ujian, sukses berbisnis, atau mengejar kedudukan, agama Allah malah ditinggalkan.

download resume sirah nabawiyah

klik disini untuk download resume sirah nabawiyah karya shafiyyurrahman el mubarakfurry :


profil Ibnu Qayyim Al Jauziyah


Perjalanan Menuntut Ilmu

Ibnul Qayyim belajar ilmu faraidl dari ayahnya. Belajar bahasa Arab dari Ibnu Abi al-Fath al-Baththiy dengan membaca kitab-kitab: (al-Mulakhkhas li Abil Balqa’ kemudian kitab al-Jurjaniyah, kemudian Alfiyah Ibnu Malik, juga sebagian besar Kitab al-kafiyah was Syafiyah dan sebagian at-Tas-hil). Di samping itu belajar dari syaikh Majduddin at-Tunisi satu bagian dari kitab al-Muqarrib li Ibni Ushfur.

Belajar ilmu Ushul dari Syaikh Shafiyuddin al-Hindi, Ilmu Fiqih dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Isma’il bin Muhammad al-Harraniy.

Pada akhirnya ia benar-benar bermulazamah secara total (berguru secara intensif) kepada Ibnu Taimiyah sesudah kembalinya Ibnu Taimiyah dari Mesir tahun 712 H hingga wafatnya tahun 728 H.

Pada masa itu, Ibnul Qayyim sedang pada awal masa-masa mudanya. Oleh karenanya ia sempat betul-betul mereguk sumber mata ilmunya yang luas. Beliau dengarkan pendapat-pendapat Ibnu Taimiyah yang penuh kematangan dan tepat. Oleh karena itulah Ibnul Qayyim amat mencintainya, sampai-sampai beliau mengambil kebanyakan ijtihad-ijtihadnya dan memberikan pembelaan atasnya. Ibnul Qayyim yang menyebarluaskan ilmu Ibnu Taimiyah dengan cara menyusun karya-karyanya yang bagus dan dapat diterima.

Ibnul Qayyim pernah dipenjara, dihina dan diarak berkeliling bersama Ibnu Taimiyah sambil didera dengan cambuk di atas seekor onta. Setelah Ibnu Taimiyah wafat, Ibnul Qayyim pun dilepaskan dari penjara.

Sebagai hasil dari mulazamahnya (bergurunya secara intensif) kepada Ibnu Taimiyah, beliau dapat mengambil banyak faedah besar, diantaranya yang penting ialah berdakwah mengajak orang supaya kembali kepada kitabullah Ta’ala dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahihah, berpegang kepada keduanya, memahami keduanya sesuai dengan apa yang telah difahami oleh as-Salafus ash-Shalih, membuang apa-apa yang berselisih dengan keduanya, serta memperbaharui segala petunjuk ad-Din yang pernah dipalajarinya secara benar dan membersihkannya dari segenap bid’ah yang diada-adakan oleh kaum Ahlul Bid’ah berupa manhaj-manhaj kotor sebagai cetusan dari hawa-hawa nafsu mereka yang sudah mulai berkembang sejak abad-abad sebelumnya, yakni: Abad kemunduran, abad jumud dan taqlid buta.

lembar tausyiah bulan mei 2011


Sesat dan Menyesatkan
Dari SKI FK untuk Kita Semua

Akhir-akhir ini, pemberitaan yang berhubungan dengan agama Islam tak ada habis-habisnya. Dari kematian tokoh yang dianggap sebagai biang keladi terorisme, kasus pengeboman di masjid polisi, munculnya film yang penuh “tanda tanya”, pembakaran tempat ibadah, kekerasan terhadap aliran sesat, serta adanya isu masuknya organisasi terlarang di kampus yang kita cintai. Dan pemberitaan tersebut membuat keguncangan terhadap hati kaum muslimin dan berdampak pada aktivitas dakwah. Ada saudara kami yang aktif dalam jalan dakwah dinasehati orang tuanya agar berhati-hati dalam mengikuti organisasi keislaman di kampus. Lebih parah lagi, ada saudara kami yang dicela oleh keluarganya saat diketahui keluarganya bahwa saudara kami ikut dalam jalan dakwah.