Hasad

Ikhlas

Ada beberapa pengertian tentang ikhlas, antara lain :

i. Adalah memurnikan tujuan taqarrub (mendekat) kepada Allah SWT dan menghilangkan noda-noda atau pun kotoran-kotoran yang mengiringinya.

ii. Adalah mengesampingkan penilaian orang lain (pujian atau celaan) sehingga pandangan hanya tertuju pada Allah SWT. semata.

iii. Adalah syarat utama diterimanya suatu amal yang amalan itu sesuai dengan ajaran/ sunnah Nabi SAW.

Dalil tentang ikhlas : Q.S. Al Bayyinah : 5
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” . (Q.S. 98:5)


Ghill, Hasad, dan Ghibtah

Ghill : perasaan dengki kepada sesama muslim/mukmin atas kelebihan yang ada pada orang tersebut. Ghill termasuk perbuatan yang dilarang dalam agama, sehingga Islam menganjurkan setiap muslim untuk berdoa memohon untuk dijauhkan dari perasan ghill tersebut. (Q.S. Al Hasyr : 10)

Hasad : perasaan dengki secara umum dan luas (baik kepada sesama muslim atau pun kepada orang kafir. Hasad juga termasuk perbuatan yang dilarang dalam agama.

Ghibtah: perasaan iri terhadap sesama dalam hal kebaikan, yaitu kepad orang dermawan yang suka berderma dan kepada orang berilmu yang suka mengajarkan ilmunya (Al Hadits). Ghibtah termasuk perbuatan yang dibolehkan dalam agama.

Cara menghilangkan perasaan Ghill pada diri seorang mukmin antara lain :

1. Mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah SWT.

2. Menasihati pemimpin kaum muslim, ditegur apabila salah. Karena saling menasihati adalah merupakan sifat dasar seorang mukmin (Q.S. Al ‘Ashr: 3)

3.Melazimi daurah islamiyah yaitu dengan menyatukan kekuatan dengan pergerakan-pergerakan islam untuk menjadikan suatu khilafah islamiyah.

Cara setan menyesatkan manusia, antara lain:

1. Mengkufurkan manusia kepada Allah SWT., ini merupakan tujuan/visi utama setan. Merupakan tingkatan tertinggi setan dalam upaya menyesatkan manusia.

2. Mengajak manusia uuntuk melakukan suatu amalan bid’ah (amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW.)

3. Mengajak manusia untuk melakukan dosa-dosa besar

4. Mengajak manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil, sehingga apabila dosa-dosa kecil ini terakumulasi maka akan menjadi dosa besar.

5. Melenakan manusia dengan perbuatan yang mubah, sehingga perbuatan mubah tersebut membuat manusia lupa kepada Allah SWT.

6. Mendorong manusia untuk melakukan amalan-amalan yang lebih lemah/ sedikit pahala sementara ada amalan yang lebih kuat/ lebih banyak berpahala.

7. Dengan tentara-tentara setan yang berupa manusia untuk menyesatkan manusia yang lain. Ini merupakan cara terakhir setan dalam rangka untuk menyesatkan manusia.

download pdf file

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.