Headline Mading (Ed.1 Maret 2011)

Be An Extraordinary Muslimah

Apa sih Extraordinary Muslimah?

Extraordinary muslimah, kalo untuk ukuran zaman sekarang nih ya, “Kuliah Sukses, Ibadah OK, Organisasi lancaaar”. Pokoknya “sukses dunia akhirat” deh, Habluminallah dan Habluminannas-nya gak usah diragukan lagi. Tapi apa bisa semudah itu?

Biar semua imbang, perlu banget yang namanya management waktu.

1. Jangan Pernah menangguhkan apa yang bisa diselesaikan hari ini atau malah sekarang ini juga.

2. Buat skala prioritas dalam 4 kuadran, pilah-pilih mana yang penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak, dan tidak penting-tidak mendesak.

3. Fokus pada hasil.

4. Buat timeline, letakkan ditempat strategis yang sering dilihat.

5. Bersikap Tegas.

Ada saat dimana kita harus tegas menolak segala yang menganggu kita menyelesaikan tugas.

6. Jadwalkan waktu rileks

Ini nih yang simple tapi penting. Hindari stress karena aktivitas yang berlebihan.

Tapi jangan lupa yaaaa, segala aktivitas yang kita lakukan harus berlandaskan lillahita’ala J

***

Sebenarnya muslimah memiliki derajat yang sama dengan pria dari segi hukum aqidah atau akhlak. Gak cuma laki-laki aja, seorang muslimah pun WAJIB berperan aktif dalam menuntut ilmu dan berdakwah dijalan Allah.

Islam tidak melarang seorang akhwat aktif berorganisasi dan menjalin networking, namun tetep, karena begitu specialnya muslimah, ada beberapa rules khusus yang bukan maksud melarang atau membatasi, tapi menjaga seorang akhwat dalam bergaul dan berorganisasi.

Adab bergaul dan berorganisasi

1. Menutup aurat

Batasan aurat wanita sudah diatur dalam Al Quran surat An-Nuur ayat 31. Ayat tersebut memerintahkan wanita Muslimah agar tidak menampakkan perhiasan (aurat), kecuali kepada suami, ayah, dan beberapa pihak lain yang termasuk dalam pengecualian.

Dalam ayat tersebut, Allah juga melarang para wanita bertabaruj. Tabaruj adalah berhias diri dan memakai perhiasan secara berlebihan, sehingga mengundang syahwat kaum Adam.

2. Menjaga interaksi antara lelaki dan perempuan

Allah melarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim untuk saling berpandangan secara berlebihan, apalagi saling bersentuhan. Dalam Al Quran surat An-Nuur ayat 31 Allah bahkan secara khusus mengingatkan kaum lelaki agar menjaga pandangan dan memelihara kemaluannya. Pandangan mata secara berlebihan serta persentuhan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim juga bisa menimbulkan zina.

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Qs. Al-Isra :32)

3. Menjaga aurat suara

Baik perempuan atau laki-laki, hendaknya tidak mengeluarkan kata-kata secara mesra atau berlebihan kepada lawan jenis selain istri atau suaminya. Hal ini tertuang dalam firman Allah swt., Al Quran Surat Al-Ahzaab ayat 32. Dalam ayat ini, secara khusus Allah mengingatkan istri-istri Nabi agar jangan melembutkan suara ketika bicara sehingga membangkitkan nafsu lelaki yang mendengarnya.

Walaupun ayat tersebut ditujukan kepada para istri Nabi, tak ada salahnya kita meneladani ajaran Al Quran yang selalu memiliki hikmah tersendiri bagi pengikutnya. Sebagian ulama juga berpendapat bahwa ayat tersebut juga berlaku untuk wanita biasa.

4. Larangan berdua-duaan (berkhalwat)

Allah swt. melarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya saling berdua-duaan, kecuali disertai mahramnya atau orang ketiga. Menurut Rasulullah saw., jika lelaki dan perempuan berdua-duaan, maka akan muncul pihak ketiga, yakni setan. Apa akibatnya jika setan ikut nimbrung di antara dua manusia yang berlainan jenis? Anda tentu sudah tahu jawabannya, bukan?

Demikian beberapa adab pergaulan dalam Islam yang harus diperhatikan setiap umat Islam yang mengaku beriman. Islam tak pernah melarang pergaulan dengan siapa pun. Bergaul bahkan sangat dianjurkan sebagai upaya meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Yang dilarang adalah pergaulan secara bebas antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim. Pergaulan yang tidak mematuhi norma-norma agama.

Siapa sih contoh Extraordinary Muslimah zaman Rasulullah?

Ya, dia adalah Fatimah Az-Zahra, putri rasulullah dari istrinya yang pertama dan amat dikasihinya, Khadijah. Tidak hanya cerdas, walau hanya seorang akhwat, Fatimah tak pernah gentar membantu ayahandanya dalam berjihad dijalan-Nya. Fatimah bahkan mendapat beberapa julukan, antara lain : Saidati-nisa fil-Jannah (pemimpin wanita di surga) atau pemimpin wanita seluruh alam. Saidati-nisa il-mu'minin (pemimpin wanita mu'minin) dan Saidanti-nisa-i hadzhihi il-ummah (pemimpin wanita umat ini). Subhanallah. Mau seperti beliau?


Download .pdf version HERE

0 komentar:

Poskan Komentar

Tafadhol antum / antunna mengkomentari posting di atas. Syukron.