Puasa bulan Ramadhan (al-Baqarah:185)
Puasa Qadha (mengganti puasa Ramadhan) (Al-Baqarah:184)
Puasa nadzar (janji untuk berpuasa)
Puasa kifarat (denda karena suatu pelanggaran)
Pengertian puasa dalam Islam, puasa ialah suatu bentuk ‘ibadah dengan menahan diri dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang searti dengan itu, dari sejak fajar sampai maghrib, dengan niat mencari ridha Alloh SUBHANAHU WA TA’ALA.
Macam-macam berpuasa:
A. Puasa wajib, yaitu :
Label: puasa
Ibnu Khuzaimah mengeluarkan dari Salman R.A, ia berkata “ Rosululloh SAW telah berkhutbah kepada kami pada hari terakhir dari bulan Sya’ban, Beliau bersabda : “Wahai manusia sungguh telah dekat kepada kalian: Bulan yang agung lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasa di dalamnya sebagai fardlu dan bangun malam sebagai sunnah. Barang siapa yang mendekatkan diri di dalamnya dengan melakukan amalan sunnah maka seperti orang yang melakukan amalan fardlu (wajib) pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan amalan fardlu di dalamnya maka seperti orang yang melakukan tujuh puluh amalan fardlu di dalamnya maka seperti orang yang melakukan tujuh puluh amalan fardlu pada bulan lainnya.
Label: puasa
Oleh: Ustadz Dzulqarnain
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.*
2. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.
*) Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.
Label: puasa
EKSISTENSI PEMUDA ISLAM
DALAM MENGEMBANGKAN PERADABAN ISLAM
DI TENGAH ERA GLOBALISASI
TINGKAT NASIONAL
TINGKAT NASIONAL
Label: Lomba
Download : Disini
Label: download ebook, siroh
Download: di sini
Label: download ebook, hadits, imam nawawi
Satu pertanyaan aneh yang menarik memang, “Amalan sunnah apa yang lebih utama dari pada amalan wajib?” Beuh… banyak dari temen-temen yang nyerah dengan pertanyaan ini. Malahan, ada yang ngatain si pembuat pertanyaan ini sebagai orang yang bikin onar ‘n ahli bid’ah. Padahal intinya satu..Gak bisa njawab. Ada juga yang ngejawab, “Gak ada itu, yang ada itu amalan sunnah yang menyamai ganjaran amalan wajib. Misalnya amalan sunnah di Bulan Ramadhan.” Tapi ternyata jawabannya SALAH juga. Weleeh….truz jawabannya apa donk…?? Jawabannya simpel sebenarnya: “Mengucap salam”. Mengucap salam itu sunnah, sedangkan ngejawab salam itu wajib. Namun, yang memulai salam itu lebih utama dari pada yang menjawab. Sepele memang, tapi begitulah adanya.
Salam…? Ya, salam adalah peluang sempit yang sebenarnya merupakan pintu gerbang terbesar untuk memasukkan seseorang ke dalam hati orang lain. Salam bisa menentramkan hati seseorang yang ketakutan, menenangkan hati yang bingung atau tersesat, serta bisa mendekatkan orang yang jauh. Salam juga bisa mempererat tali persaudaraan dan memperkuat kasih sayang diantara kita.
Label: salam
Dunia dan Akhirat, Mana yang Lebih Menarik?
Orang bilang hidup di dunia ini ‘mung mampir ngombe’, sekedar mampir untuk minum. Orang lain bilang hidup ini cuma sekali, maka kita gunakan saja untuk bersenang-senang. Wah….wah…terus mana yang benar ya? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak artikel berikut.
Dunia dan akhirat. Dunia, tempat kita berada saat ini, tempat kita berusaha untuk meraih ‘kesuksesan’. Sedangkan akhirat? Bagi orang yang beriman, akhirat adalah masa depan yang pasti datang, dimana disitu terdapat 2 tempat, surga atau neraka. Sudah seharusnya seorang muslim menggunakan kehidupan dunia ini untuk mencari bekal dalam mengarungi kehidupan akhiratnya. Akan tetapi, bagi yang tidak mempercayainya atau meremehkannya, tentu dia akan lebih mengutamakan kesenangan dunia dari pada mempersiapkan bekal untuk akhiratnya.
Dunia dan akhirat. Dunia, tempat kita berada saat ini, tempat kita berusaha untuk meraih ‘kesuksesan’. Sedangkan akhirat? Bagi orang yang beriman, akhirat adalah masa depan yang pasti datang, dimana disitu terdapat 2 tempat, surga atau neraka. Sudah seharusnya seorang muslim menggunakan kehidupan dunia ini untuk mencari bekal dalam mengarungi kehidupan akhiratnya. Akan tetapi, bagi yang tidak mempercayainya atau meremehkannya, tentu dia akan lebih mengutamakan kesenangan dunia dari pada mempersiapkan bekal untuk akhiratnya.
Label: akidah, buletin, dunia, tazkiyatun nafs
Keutamaan para Khulafaur Rasyidin
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu 'anhu (wafat 13 H)
Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi – radhiyallahu`anhu. Abu Bakar memiliki julukan “ash-Shiddiq” dan “Atiq”. Abu Bakar dijuluki “ash-Shiddiq” karena ketika terjadi peristiwa isra` mi`raj, orang-orang mendustakan kejadian tersebut, sedangkan Abu Bakar langsung membenarkan.
Diantara hadits yang menjelaskan keutamaan Abu Bakar radhiyallahu’anhu, yaitu:
a. Dari Amru bin al-Ash radhiyallahu`anhu, bahwa Rasulullah mengutusnya atas pasukan Dzatus Salasil : “Aku lalu mendatangi beliau dan bertanya “Siapa manusia yang paling engkau cintai?” beliau bersabda :”Aisyah” aku berkata : “kalau dari lelaki?” beliau menjawab : “ayahnya (Abu Bakar)” aku berkata : “lalu siapa?” beliau menjawab: “Umar” lalu menyebutkan beberapa orang lelaki.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi – radhiyallahu`anhu. Abu Bakar memiliki julukan “ash-Shiddiq” dan “Atiq”. Abu Bakar dijuluki “ash-Shiddiq” karena ketika terjadi peristiwa isra` mi`raj, orang-orang mendustakan kejadian tersebut, sedangkan Abu Bakar langsung membenarkan.
Diantara hadits yang menjelaskan keutamaan Abu Bakar radhiyallahu’anhu, yaitu:
a. Dari Amru bin al-Ash radhiyallahu`anhu, bahwa Rasulullah mengutusnya atas pasukan Dzatus Salasil : “Aku lalu mendatangi beliau dan bertanya “Siapa manusia yang paling engkau cintai?” beliau bersabda :”Aisyah” aku berkata : “kalau dari lelaki?” beliau menjawab : “ayahnya (Abu Bakar)” aku berkata : “lalu siapa?” beliau menjawab: “Umar” lalu menyebutkan beberapa orang lelaki.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Langganan:
Postingan (Atom)
